Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : DennyPidjath PKP

Masjid At-Ta'awun Kasongan Masuki Tahap Lanjutan, Ditargetkan Berfungsi untuk Ibadah dan Pembinaan Masyarakat

Portal Katingan - Pemerintah Kabupaten Katingan kembali melanjutkan pembangunan Masjid At-Ta'awun Kasongan sebagai upaya menghadirkan sarana ibadah yang representatif sekaligus ruang pembinaan masyarakat. Komitmen tersebut ditandai melalui seremoni kelanjutan pembangunan yang dihadiri langsung Bupati Katingan, Saiful, di kawasan Masjid At-Ta'awun, Selasa (21/7/2026).

Bagi masyarakat, pembangunan Masjid At-Ta'awun bukan sekadar menambah bangunan fisik, tetapi diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, pembinaan generasi muda, hingga ruang silaturahmi lintas masyarakat di Kabupaten Katingan. Lokasinya yang berada di jalur strategis juga diproyeksikan menjadi salah satu wajah baru Kasongan di masa mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Katingan, Dewi Untari, menjelaskan bahwa kelanjutan pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kehidupan spiritual masyarakat melalui penyediaan infrastruktur keagamaan yang layak.

Menurutnya, Dinas PUPR berkomitmen memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar teknis, mengutamakan aspek keamanan, kualitas konstruksi, estetika, dan fungsi bangunan agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

"Tahun 2026 ini pembangunan dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp1.696.700.000 dan memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, sehingga ditargetkan selesai pada 9 Desember 2026," jelas Dewi.

Ia menambahkan, pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh CV Hijrah Pusat Kasongan dengan pendampingan pengawasan dari CV Rifkindo Konsultan. Pemerintah daerah juga telah merencanakan keberlanjutan pembangunan pada Tahun Anggaran 2027 dengan usulan anggaran sekitar Rp2 miliar agar pembangunan dapat diselesaikan secara bertahap hingga berfungsi optimal.

Dewi mengingatkan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor, konsultan pengawas hingga tim teknis, agar menjaga mutu pekerjaan dan menjalankan manajemen proyek secara profesional.

"Membangun rumah ibadah bukan hanya memenuhi target pembangunan, tetapi juga mengemban amanah yang memiliki nilai ibadah. Karena itu kualitas pekerjaan harus benar-benar dijaga," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal pembangunan melalui komunikasi yang baik dengan panitia masjid maupun pemerintah sehingga seluruh tahapan dapat berjalan aman, tertib, dan selesai tepat waktu.

Lebih jauh, Dewi optimistis keberadaan Masjid At-Ta'awun nantinya akan berkembang menjadi salah satu ikon Kabupaten Katingan. Selain sebagai pusat syiar Islam, kawasan tersebut juga berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat karena berada di jalur penghubung menuju sejumlah wilayah strategis.

Sementara itu, Bupati Katingan Saiful menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama yang telah memberikan dukungan pemanfaatan lahan sekitar dua hektare untuk pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, kesempatan itu menjadi modal besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat.

Ia menilai lokasi Masjid At-Ta'awun memiliki prospek yang sangat baik seiring berkembangnya jaringan infrastruktur jalan di Kabupaten Katingan. Ke depan, kawasan tersebut diperkirakan akan menjadi jalur persinggahan masyarakat maupun pengguna jalan dari berbagai daerah.

"Ke depan kawasan ini sangat berpotensi berkembang. Saya berharap Masjid At-Ta'awun tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan umat, pembinaan masyarakat, bahkan dapat berkembang sebagai kawasan persinggahan yang memberi manfaat bagi banyak orang," ujar Saiful.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah secara bertahap terus memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan masjid tersebut. Setelah bantuan pada 2025, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran pada 2026 dan merencanakan kelanjutannya pada 2027 agar bangunan dapat segera difungsikan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan rumah ibadah tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat setelah masjid digunakan.

"Masjid yang baik bukan hanya yang berdiri megah, tetapi yang hidup dengan berbagai aktivitas ibadah, pendidikan, pembinaan generasi muda, musyawarah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan," katanya.

Saiful juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Menurutnya, pembangunan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama, sedangkan pemerintah hadir sebagai fasilitator melalui dukungan anggaran sesuai kemampuan keuangan daerah.

Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh pelaksana pembangunan agar bekerja secara profesional, menaati spesifikasi teknis, menjaga transparansi serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah maupun pengurus masjid agar pelaksanaan proyek tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Mengakhiri sambutannya, Saiful berharap pembangunan Masjid At-Ta'awun dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai jadwal. Ia meyakini kehadiran masjid tersebut nantinya akan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Katingan sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Katingan.