Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : admin

Profil Kabupaten Katingan

pj bupati

Pj. BUPATI KABUPATEN KATINGAN

SAIFUL, SPd., M.Si

PERIODE -

-

Kabupaten Katingan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten yang beribu kota di Kasongan ini memiliki Semboyan kabupaten ini adalah "Penyang Hinje Simpei" (bahasa Ngaju) yang artinya adalah Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama. Kabupaten ini terdiri dari 13 kecamatan 154 Desa dan 7 Kelurahan.

Visi

KATINGAN “BERMARTABAT” UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEJAHTERA “Berbudaya, Maju, Religius, Terintegrasi, Berkesinambungan dan terbuka”

Pernyataan Katingan BERMARTABAT memiliki makna:

  1. BERBUDAYA: masyarakat Katingan memiliki akal budi yang luhur sehingga mampu menjaga dan melestarikan serta mengembangkan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.
  2. MAJU: Katingan mampu meningkatkan dan mewujudkan capaian pembangunan dengan menyeimbangkan pembangunan fisik maupun non fisik, menyambut tantangan dan peluang untuk bersaing bersama daerah lainnya.
  3. RELIGIUS: masyarakat Katingan taat dalam menjalankan ajaran agama yang dianutnya serta penuh toleransi dan hidup rukun berdampingan dengan pemeluk agama lain.
  4. TERINTEGRASI: pembangunan dilakukan dengan melihat seluruh aspek dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama membangun Katingan kedepan.
  5. BEKESINAMBUNGAN: pembangunan dilaksanakan dengan berpijak pada capaian pembangunan saat ini dan bergerak maju dengan mengerahkan seluruh potensi dan memanfaatkan peluang yang ada secara berkesinambungan dan berkelanjutan.
  6. AMAN: Kabupaten Katingan selalu dalam kondisi yang kondusif dan aman.
  7. TERBUKA: Katingan memiliki akses transportasi, komunikasi dan informasi yang baik dan lancar sehingga tidak ada daerah yang mengalami keterisolasian.

 

Selanjutnya, yang dimaksud dengan “Sejahtera” adalah pembangunan dilaksanakan secara inklusif yang memberi manfaat bagi masyarakat secara umum, guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing didukung oleh kondisi wilayah yang aman dan tenteram.

Misi

  1. Untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan inovatif serta mewujudkan supremasi hukum.
  2. Meningkatkan perekonomian yang berdaya saing dan kemandirian pangan.
  3. Memantapkan pembangunan perdesaan.
  4. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan serta keluarga berencana dan kesetaraan gender.
  5. Peningkatan infrastruktur fisik jalan dan jembatan, jaringan air bersih, dan komunikasi.
  6. Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang berkesibambungan.
  7. Membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa, gotong royong serta harmonisasi antara lapisan masyarakat dalam heterogenitas agama, suku, adat istiadat dan sosial budaya.

Kabupaten Katingan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten yang beribu kota di Kasongan ini memiliki luas wilayah 17.800 km². Dalam perkembangan setelah dilakukan kesepakatan tata batas dengan daerah sekitarnya, luas administrasi Kabupaten Katingan mengalami perubahan menjadi 20.410,90 km2. Dan berpenduduk sebanyak 162.239 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2020). Semboyan kabupaten ini adalah "Penyang Hinje Simpei" (bahasa Ngaju) yang artinya adalah Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama. Kabupaten ini terdiri dari 13 kecamatan 154 Desa dan 7 Kelurahan.

Image result for kabupaten katingan

  1. Sejarah

Pada abad ke-14 wilayah Katingan merupakan salah satu wilayah jajahan Majapahit seperti yang disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365. Nama sungai Katingan diambil dari nama daerah yang terdapat di hulu sungai tersebut, yaitu daerah Katingan (Kasongan). Belakangan muncul daerah baru di hilir, yaitu Mendawai.

Menurut Hikayat Banjar, wilayah Kabupaten Katingan sudah termasuk ke dalam daerah kekuasaan kerajaan Banjar-Hindu (Negara Dipa) sejak pemerintahan Lambung Mangkurat dengan wilayah kekuasaannya perbatasan paling barat berada di Tanjung Puting. Wilayah ini ketika itu terdiri atas dua sakai (daerah), yaitu Mendawai dan Katingan yang masing-masing memiliki ketua daerah sendiri-sendiri yang disebut Menteri Sakai, kemudian pada abad ke-17 pada masa kekuasaan Sultan Banjar IV, Marhum Panembahan (Raja Maruhum), wilayah Mendawai-Katingan merupakan salah satu daerah yang diberikan kepada puteranya Pangeran Dipati Anta-Kasuma yang kemudian menjadi adipati/raja Kotawaringin menggantikan mertuanya Dipati Ngganding yang wilayah kekuasaannya meliputi bagian barat Kalimantan Tengah saat ini. Menurut Hikayat Banjar, pada masa itu Pelabuhan Mendawai merupakan tempat transit para pedagang Banjarmasin jika hendak pergi berlayar menuju negara Kesultanan Mataram di pulau Jawa.

Menurut laporan Radermacher, kepala daerah Mendawai/Katingan pada tahun 1780 adalah Kyai Ingabei Suradi Raja.[3] Kiai Ingabehi Suradiraja adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah berhasil membunuh dua orang pengikut Gusti Kasim dari daerah Negara tahun 1780, kemudia ia dilantik sebagai pembantu utama syahbandar di pelabuhan Tatas (Banjarmasin).[4] Pada tanggal 13 Agustus 1787, wilayah Kabupaten Katingan sudah diserahkan Sultan Tahmidullah II kepada VOC Belanda, kemudian daerah ini berkembang menjadi sebuah Distrik. Pada 2 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan landschap Mendawai (Katingan) kepada Hindia Belanda.[5] Penguasa Mendawai dan Katingan selanjutnya adalah Djoeragan Kassim (1846), Abdolgani (1848), Djoeragan Djenoe (1850), Jaksa kiai Pangoeloe Sitia Maharaja (1851), Kiai Toeainkoe Gembok (1859). Selanjutnya Demang Anoem Tjakra Dalam atau dikenal sebagai Demang Anggen, dilantik oleh Gubernur Hindia Belanda pada tanggal 10 Januari 1895 dan mengepalai wilayah Mandawai (Districtshoofd van Mandawai, afdeeling Sampit, residentje Zuider en Oosterafdeeling van Borneo). Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[6]

  1. Geografi
    1. Batas Wilayah

Kabupaten Katingan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dan memiliki ibu kota di Kasongan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Barito Timur di Provinsi Kalimantan Tengah; dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan menyatakan luas wilayah Kabupaten Katingan adalah 17.500 km2. Dalam perkembangan setelah dilakukan kesepakatan tata batas dengan daerah sekitarnya, luas administrasi Kabupaten Katingan mengalami perubahan menjadi 20.410,90 km2. Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara

Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat

Timur

Kabupaten Gunung MasKabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya

Selatan

Laut Jawa

Barat

Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan

  1. Tata Guna Lahan

Hingga tahun 2003, pemanfaatan lahan utama di Kabupaten Katingan terdiri dari perkampungan, industri, sawah, tanah kering, kebun campuran, perkebunan, hutan, hutan kosong dan rusak, perairan dan lainnya. Sekitar 60% wilayah Kabupaten Katingan masih berupa hutan belukar dan hutan lebat. Perkebunan menempati porsi terbesar nomor 2 (dua), yaitu sekitar 11% sehingga penggunaan lahan lainnya tidak sampai 10%. Lokasi pengembangan tambak seluas 2.000 ha di Kabupaten Katingan, yaitu di Kecamatan Katingan Kuala, termasuk dalam wilayah lahan hutan belukar (mangrove).

Secara keseluruhan tata guna lahan di wilayah ini adalah sebagai berikut:

  • Kampung/permukiman: 19.285,60 ha
  • Industri: 3.156,50 ha
  • Sawah: 75.327,50 ha
  • Tanah kering: 109.847,40 ha
  • Kebun campuran: 0,00 ha
  • Perkebunan: 37.277,10 ha
  • Hutan: 253.816,50 ha
  • Semak, padang rumput: 0,00 ha
  • Hutan kosong, rusak: 854.403,80 ha
  • Perairan dan lainnya: 193.118,70 ha
  1. Topografi

Sebagian besar wilayah Kabupaten Katingan merupakan dataran rendah yang berada pada ketinggian antara 10-50 meter di atas permukaan air laut. Ketinggian wilayah berdasarkan kecamatan yang berada di Kabupaten Katingan diperoleh kecamatan Bukit Raya merupakan kecamatan dengan posisi ketinggian 50 meter diatas permukaan laut, sedangkan kecamatan Katingan Kuala berada di dataran yang paling rendah, yaitu 13 meter diatas permukaan air laut.

  1. Hidrologi

Kabupaten Katingan dilintasi oleh sungai Katingan yang memiliki panjang 650 Km. Sungai yang bermuara di laut Jawa ini melewati hampir seluruh kecamatan di kabupaten pemekaran ini, seperti Kecamatan Bukit Raya, Katingan Hulu, Marikit, Katingan Tengah, Pulau Malan, Tewang Sangalang Garing (TWSG), Katingan Hilir, Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai dan Katingan Kuala.

Selain sungai besar tersebut, wilayah Kabupaten Katingan dialiri pula oleh puluhan anak sungai dan danau. Sungai dan danau-danau itu biasanya merupakan jalur penghubung antar satu perkampungan/pedukuhan dengan lainnya. Di antara anak sungai tersebut adalah Sungai Kalanaman, Sungai Samba, Sungai Hiran, Sungai Mahop, Sungai Bemban dan Sungai Sanamang.

  1. Klimatologi

Kelembaban merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap aktifitas organisme di alam. Kelembaban merupakan salah satu faktor ekologis yang mempengaruhi aktifitas organisme seperti penyebaran, keragaman harian, keragaman vertikal dan horizontal. Kelembaban udara juga merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kondisi/keadaan cuaca dan iklim di suatu wilayah tertentu. Secara ilmiah, kelembaban merupakan jumlah kandungan uap air yang terkandung dalam massa udara pada suatu saat (waktu) dan wilayah (tempat) tertentu.

Rata-rata suhu terendah di Kabupaten Katingan pada Tahun 2020 berkisar 28,52 oC, sedangkan rata-rata suhu tertinggi 30,42 oC.

Curah hujan merupakan jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi (mm) di atas permukaan horizontal bila tidak terjadi evaporasi, runoff dan infiltrasi. Jadi, jumlah curah hujan yang diukur, sebenarnya adalah tebalnya atau tingginya permukaan air hujan yang menutupi suatu daerah luasan di permukaan bumi/tanah.

  1. Pemerintahan 

Untuk menjalankan roda pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati terpilih dibantu oleh Perangkat Daerah. Perangkat Daerah adalah organisasi atau lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Kepala Daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di daerah yang terdiri atas Sekretariat Daerah, Dinas/Instansi, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan, dan Kelurahan.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Katingan pada tahun 2021 sebanyak 3.770 orang. Data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah PNS dari tahun sebelumnya yang sebesar 3.767 orang. Jumlah PNS perempuan lebih banyak dari jumlah PNS laki-laki di Kabupaten Katingan tahun 2021.

  1. Demografi
    1. Laju Pertumbuhan Penduduk

Perkembangan jumlah penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut:

  • Tahun 2000sebanyak 121.047 jiwa
  • Tahun 2004sebanyak 125.207 jiwa
  • Tahun 2010sebanyak 141.205 jiwa
  • Tahun 2017 sebanyak 160.531 jiwa
  • Tahun 2020 sebanyak 162.239 jiwa

Karakteristik daerah-daerah di Pulau Kalimantan pada umumnya adalah keberadaan sungai dan hutan yang terbesar di seuruh wilayah. Seperti itu juga yang tampak pada Kabupaten Katingan, Kabupaten yang pada tahun 2002 masih menjadi bagian dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun salah satu yang menonjol dari wilayah yang dialiri Sungai Katingan, sungai terbesar kedua di Kalimantan Tengah adalah kekayaan hasil hutan ikutan berupa rotan. Katingan merupakan salah satu daerah penghasil rotan terbesar di Indonesia.

  1. Keuangan Daerah

Pendapatan daerah adalah semua penerimaan yang melalui rekening kas umum daerah, yang menambah ekuitas dana, merupakan hak daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak perlu dibayar kembali oleh daerah. Pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Adapun Pendapatan Daerah Tahun 2022 adalah sebesar Rp. 1.207.926.074.584

Belanja Daerah sebagaimana dimaksud bahwa belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan Untuk tahun 2022 Belanja Kabupaten Katingan sebesar Rp. 1.378.001.140.576

Pembiayaan daerah meliputi semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Untuk tahun 2022 Pembiayaan  Kabupaten Katingan sebesar Rp. 184.954.065.992,-.

  1. Fasilitas Pendidikan

Terdapat fasilitas pendidikan mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/ MA di setiap kecamatan di Kabupaten Katingan

  1. Fasilitas Kesehatan

Fasilitas kesehatan juga tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Katingan, meliputi  puskesmas, pustu, dan posyandu.

  1. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Peran dan fungsi jalan darat adalah sebagai sarana penghubung antar/lintas kota/kabupaten, serta kecamatan yang ada di Kabupaten Katingan. Jalan ini penting untuk meningkatkan kegiatan perekonomian di daerah dan memperlancar distribusi perdagangan barang dan jasa angkutan darat, serta orang/penumpang. Mengingat pentingnya jalan darat ini, perlu diketahui proporsi panjang jalan dalam kondisi baik. Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik adalah panjang jalan dalam kondisi baik dibagi dengan panjang jalan secara keseluruhan baik nasional, provinsi dan kabupaten/kota. Informasi mengenai proporsi panjang jalan dalam kondisi baik dapat digunakan untuk mengidentifikasi kualitas jalan dari keseluruhan panjang jalan.

Panjang Jalan di Kabupaten Katingan pada tahun 2018 adalah 797,61 Km, dan mengalami peningkatan pada tahun 2019 menjadi 807,59 Km. Dari seluruh jalan yang ada di Kabupaten Katingan, pada tahun 2019 hanya 208,718 Km dalam kondisi baik. Jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, kondisi ini sedikit mengalami peningkatan.

Untuk, jaringan irigasi adalah saluran, bangunan dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan dan pembuangan air irigasi. Selanjutnya secara operasional dibedakan ke dalam tiga kategori yaitu jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier. Dari ketiga kelompok jaringan tersebut, yang langsung berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi ke dalam petakan sawah adalah jaringan irigasi tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran kuarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kuarter serta bangunan pelengkapnya. Luar Jaringan Irigasi Kondisi Baik di Kabupaten Katingan pada tahun 2015 adalah 9.123 Ha dan mengalami peningkatan sampai tahun 2017 hingga menjadi 13.159 Ha. Namun mengalami peningkatan Kembali di tahun 2018 menjadi 3.400 Ha, dan meningkat Kembali di tahun 2019 menjadi 3.527 Ha.

Syarat-syarat air minum menurut Kementerian Kesehatan adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat resiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.

Berdasarkan data dari BPS sampai dengan akhir tahun 2018, jumlah masyarakat Katingan yang memiliki akses terhadap air minum bersih maupun air minum layak masih berkisar dibawah 60% dari total rumah tangga di Kabupaten Katingan, cakupan pelayanan ini dapat dikatakan masih rendah.

Pelanggan PDAM menurut jenis konsumen selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan. Data tahun 2015 menunjukkan 4.085 pelanggan, dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 4.447 pelanggan.

  1. Potensi Sumber Daya

Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah, dapat diidentifikasi wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya seperti perikanan, pertanian, pariwasata, industri, pertambangan dan lain-lain dengan berpedoman pada rencana tata ruang wilayah sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Katingan Nomor 4 Tahun 2019 tentang RTRW Kabupaten Katingan Tahun 2019-2039.

Kabupaten Katingan adalah salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah dengan produksi beras terbesar. Lahan padi, baik padi sawah dan padi ladang, keduanya terkonsentrasi di Kecamatan Katingan Kuala. Produksi tanaman perkebunan terbesar di Kabupaten Katingan berasal dari komoditas kelapa sawit. Produksi terbanyak berasal dari Kecamatan Katingan Hilir yang juga memiliki luas lahan kelapa sawit terbesar di Kabupaten Katingan. Sementara itu, populasi ternak di Kabupaten Katingan tahun 2021 didominasi oleh sapi potong dan babi.

  1. Pariwisata

Jasa akomodasi di Kabupaten Katingan pada tahun 2021 ada 38 buah. Pada tahun 2021, fasilitas akomodasi di Kabupaten Katingan masih terpusat di Kecamatan Katingan Hilir, yang merupakan ibukota Kabupaten Katingan. Sebanyak 17 dari 38 akomodasi yang ada di Kabupaten Katingan terdapat di Kecamatan Katingan Hilir. Peringkat kedua ditempati oleh Kecamatan Katingan Tengah yaitu sebanyak 6 akomodasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa Katingan Hilir dan Katingan Tengah masih menjadi kecamatan di Kabupaten Katingan yang paling sering disinggahi. Banyaknya jumlah akomodasi di Kecamatan Katingan Hilir selain karena perannya sebagai ibukota kabupaten juga karena letaknya yang strategis. Sedangkan Kecamatan Katingan Tengah, khususnya daerah Tumbang Samba merupakan daerah persinggahan orang yang bepergian menuju atau dari kecamatan Marikit, Katingan Hulu, dan Bukit Raya karena mereka harus berganti mode transportasi dari transportasi air ke transportasi darat atau sebaliknya.

Jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara di Kabupaten Katingan sebesar 24.233 orang pada tahun 2021 dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 11.826 orang. Hal ini didasarkan dari lima objek wisata di Kabupaten Katingan yaitu Bukit Batu, Danau Bulat, Riam Mangkikit, Taman Nasional Sebangau dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

  1. Industri

Perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut. 

(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Katingan dan BPS : Kabupaten Katingan Dalam Angka 2022)

 

You are here