KEGIATAN PELATIHAN SERTA SIMULASI PEMANFAATAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK (TTE) DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SRIKANDI (SISTEM INFORMASI KEARSIPAN DINAMIS TERINTEGRASI) PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KATINGAN
Portal Katingan - Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Katingan berkolaborasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Katingan melaksanakan kegiatan Pelatihan serta Simulasi Pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) untuk Aparatur Sipil Negara di lingkungan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Katingan, yang dilaksanakan di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Katingan pada Kamis (30/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung percepatan transformasi digital serta implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan kearsipan secara digital.
Kegiatan dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Katingan sebagai peserta kegiatan yang berjumlah sekitar 52 orang.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Katingan, Siren, menyampaikan pentingnya penerapan aplikasi SRIKANDI dan pemanfaatan TTE dalam mendukung sistem kearsipan modern di lingkungan BKAD.
“Kami berharap BKAD dapat menerapkan SRIKANDI dan pemanfaatan TTE untuk memudahkan sistem kearsipan, terlebih dalam kondisi penerapan kebijakan Work From Home yang menuntut fleksibilitas. Selain itu, seluruh proses akan terekam dalam sistem sehingga memiliki jejak digital yang jelas dan tidak mudah dimanipulasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Katingan, Hotden Manto Manalu, menegaskan bahwa pemanfaatan TTE dengan SRIKANDI merupakan bagian penting dalam percepatan transformasi digital di Kabupaten Katingan.
“Digitalisasi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi, termasuk pengurangan penggunaan kertas dan tinta. Selain itu, SRIKANDI memberikan fleksibilitas yang luar biasa karena dapat digunakan kapan saja dan di mana saja, serta memiliki kekuatan hukum yang sah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pemaparan materi terkait kebijakan dan dasar hukum penggunaan TTE, termasuk aspek keabsahan dokumen elektronik serta pentingnya menjaga keamanan informasi. Selanjutnya, peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat penggunaan TTE dalam mempercepat proses administrasi, meningkatkan efisiensi, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan terkait penggunaan aplikasi SRIKANDI, mulai dari pembuatan konsep surat, pengelolaan surat masuk dan keluar, proses disposisi, hingga penandatanganan dokumen secara elektronik menggunakan TTE yang terintegrasi dengan SRIKANDI. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab guna memperdalam pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Aparatur Sipil Negara pada BKAD Kabupaten Katingan dapat mengimplementasikan penggunaan TTE pada aplikasi SRIKANDI secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat keamanan dokumen, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif dan akuntabel.






















.png)

.jpeg)

