Hadapi Ancaman Karhutla, Katingan Diminta Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kering
Portal Katingan - Memasuki musim kemarau, masyarakat Kabupaten Katingan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada tahun 2026 diperkirakan lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino. Karena itu, upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas perekonomian.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Katingan di halaman Kantor Bupati Katingan, Senin (20/7/2026).
Dalam amanatnya, Wagub mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga 31 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau.
"Sebagaimana informasi yang disampaikan BMKG, tahun 2026 diperkirakan lebih kering akibat El Nino. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla sampai dengan 31 Oktober 2026. Kewaspadaan, mitigasi, kesiapan, dan kesiapsiagaan menghadapi terjadinya kebakaran hutan dan lahan perlu terus kita perkuat," tegas Wagub Kalteng.
Menurut Wagub, keberhasilan mencegah karhutla tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah, TNI, Polri, maupun petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
"Karhutla bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga dunia pendidikan. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Katingan Saiful menyatakan Pemerintah Kabupaten Katingan siap menindaklanjuti arahan Gubernur dengan memperkuat langkah-langkah pencegahan di seluruh wilayah, terutama daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, serta masyarakat agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Katingan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan. Jika melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat," kata Saiful.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian daerah.
"Kami ingin seluruh elemen masyarakat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Menjaga hutan dan lahan tetap aman berarti menjaga kualitas udara, melindungi sumber penghidupan masyarakat, serta memastikan aktivitas ekonomi dan pendidikan tetap berjalan dengan baik," tambahnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap musim kemarau tahun ini dapat dilalui tanpa kejadian karhutla yang berdampak luas. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan tetap lestari sekaligus melindungi keselamatan bersama.

















.jpg)


_(1).png)
_(2).png)

.jpg)


