Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : Bidang PKP Kominfo

UMKM Lokal Jadi Penopang Program MBG dan Penggerak Ekonomi Katingan

Portal Katingan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Katingan, Kecamatan Katingan Hilir, Kasongan Lama, tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menunjukkan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi lokal. Salah satu contohnya terlihat dari keterlibatan UMKM tahu lokal, Tahu Barokah, yang kini menjadi pemasok protein nabati dalam program tersebut.

Kolaborasi antara program MBG dan pelaku usaha kecil dinilai menjadi langkah strategis karena mampu menciptakan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas asupan gizi penerima manfaat sekaligus membuka ruang pertumbuhan bagi UMKM daerah.

Program MBG sendiri menyasar peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta kelompok 3B yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dalam pelaksanaannya, kebutuhan bahan pangan bergizi menjadi prioritas utama. Tahu dipilih sebagai salah satu komoditas karena mengandung protein nabati tinggi, mudah diolah, dan memiliki harga yang relatif terjangkau.

Pemilik UMKM Tahu Barokah menyebutkan, kerja sama dengan program MBG memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha mereka. Permintaan yang rutin setiap minggu membuat produksi meningkat dan memberikan kepastian pendapatan yang sebelumnya tidak menentu.

“Dulu produksi menyesuaikan pasar harian, sekarang lebih stabil karena ada permintaan tetap. Kami juga mulai memperbaiki manajemen usaha dan menjaga kualitas produksi,” ujarnya.

Tidak hanya berdampak pada omzet, peningkatan kapasitas produksi juga memunculkan kebutuhan tenaga kerja tambahan. Kondisi ini membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar dan membantu menggerakkan ekonomi lokal di tingkat bawah.

Dalam proses produksinya, Tahu Barokah menerapkan standar kebersihan dan kualitas pangan. Pemilihan kedelai dilakukan secara selektif untuk menjaga kandungan gizi, sementara proses pengolahan memperhatikan sanitasi, penggunaan air bersih, hingga keamanan pengemasan sebelum distribusi ke dapur MBG.

Pasokan tahu dikirim secara rutin setiap minggu sesuai kebutuhan penerima manfaat program. Selanjutnya, bahan pangan tersebut diolah menjadi berbagai menu bergizi sesuai standar yang ditetapkan ahli gizi di SPPG Katingan.

Pengamat ekonomi kerakyatan menilai model kolaborasi seperti ini memiliki dampak jangka panjang karena menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah. Selain menguntungkan UMKM produsen tahu, peningkatan aktivitas produksi juga berdampak pada pemasok kedelai, distribusi, hingga sektor usaha kecil lain yang terlibat dalam rantai pasok.

Di sisi lain, penggunaan produk lokal dalam program MBG juga dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan daerah. Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dapat ditekan, sementara stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan lokal lebih terjaga.

Pelaku UMKM berharap kerja sama tersebut dapat terus diperluas, baik dari sisi volume maupun jangkauan distribusi. Keberlanjutan program dianggap penting agar pelaku usaha dapat menyusun rencana pengembangan usaha secara lebih matang dan berkelanjutan.

Sinergi antara program MBG dan UMKM lokal menunjukkan bahwa kebijakan sosial tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jika dijalankan secara konsisten, pola kerja sama seperti ini berpotensi menjadi model pembangunan ekonomi inklusif berbasis potensi daerah.