Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : Bidang PKP Kominfo

Program MBG Beri Kepastian Pasar bagi Supplier Beras Lokal di Katingan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di Kabupaten Katingan tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi supplier beras lokal dan petani. Kebutuhan beras dalam jumlah besar dan berkelanjutan dinilai mampu menciptakan kepastian pasar sekaligus menjaga stabilitas usaha di sektor pangan.

Di SPPG Katingan, Kecamatan Katingan Hilir, supplier beras mulai merasakan perubahan signifikan sejak program MBG berjalan. Permintaan rutin dari program membuat pelaku usaha tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pola pasar tradisional yang cenderung fluktuatif.

Salah satu supplier beras di SPPG Katingan yang berlokasi di Jalan Paken Nomor 175 mengatakan program ini membantu menjaga kestabilan pendapatan dan mempermudah pengelolaan distribusi.

“Kami jadi bisa mengatur stok dan distribusi dengan lebih baik. Tidak ada lagi kekhawatiran beras tidak terserap pasar,” ujarnya.

Adanya kontrak pasokan yang lebih jelas membuat supplier mampu memperkirakan volume penjualan secara terukur. Kondisi ini dinilai penting karena sebelumnya pelaku usaha harus menghadapi ketidakpastian harga dan permintaan yang berubah-ubah.

Selain memberikan kepastian pasar, program MBG juga mendorong peningkatan kualitas beras lokal. Supplier diwajibkan memenuhi standar tertentu, mulai dari tingkat kebersihan, kadar air, hingga kualitas butir beras yang akan disalurkan untuk kebutuhan program.

Tuntutan kualitas tersebut membuat para supplier mulai memperbaiki sistem penyimpanan dan pengemasan agar mutu beras tetap terjaga hingga sampai ke dapur MBG. Beberapa pelaku usaha bahkan mulai berinvestasi pada fasilitas gudang yang lebih baik guna menjaga kualitas stok.

Dampak program tidak hanya dirasakan oleh supplier, tetapi juga petani di tingkat hulu. Dengan adanya permintaan yang stabil, hasil panen petani dapat terserap lebih konsisten sehingga risiko kerugian akibat turunnya harga saat panen raya dapat ditekan.

Kondisi ini menciptakan efek berantai yang positif bagi sektor pertanian lokal. Petani terdorong meningkatkan kualitas gabah dan produktivitas panen karena memiliki kepastian pasar yang lebih jelas.

Program MBG juga membuka peluang kerja baru di sektor distribusi dan logistik. Kebutuhan tenaga kerja untuk pengemasan, pengangkutan, dan pengelolaan gudang meningkat seiring bertambahnya volume distribusi beras.

Di sisi lain, supplier mengaku sistem pembayaran yang lebih terstruktur membantu menjaga kelancaran perputaran modal usaha. Dengan jadwal pembayaran yang jelas, kegiatan operasional dapat berjalan lebih stabil dan terencana.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama dalam menjaga konsistensi pasokan dan kualitas beras dalam jumlah besar. Faktor cuaca dan kondisi panen juga masih menjadi risiko yang memengaruhi stabilitas produksi.

Namun para supplier tetap optimistis terhadap keberlanjutan program MBG. Mereka menilai manfaat ekonomi yang dirasakan jauh lebih besar dibanding tantangan yang ada. Dengan dukungan tata kelola yang baik, program ini diyakini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.

Program MBG pada akhirnya tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga penggerak ekonomi daerah yang melibatkan petani, supplier, dan pelaku distribusi dalam satu ekosistem pangan yang saling mendukung. Jika dijalankan secara konsisten, program ini berpotensi menjadi fondasi penting bagi pembangunan sektor pangan yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan.