Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : Bidang PKP Kominfo

Supplier Buah Lokal Rasakan Dampak Ekonomi dari Program MBG di Katingan

Portal Katingan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Katingan, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, mulai memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal, khususnya petani dan distributor buah. Selain membuka peluang pasar baru, program ini juga dinilai mendorong peningkatan konsumsi buah segar di kalangan masyarakat penerima manfaat.

Permintaan buah yang stabil untuk kebutuhan program MBG membuat sejumlah supplier lokal tertarik bergabung sebagai pemasok. Dalam skema kerja sama tersebut, supplier diwajibkan menyediakan buah segar dengan kualitas yang telah ditetapkan, mulai dari tingkat kematangan, kebersihan, hingga kondisi fisik buah.

SPPG Katingan menerapkan standar ketat terhadap buah yang masuk ke dapur MBG. Buah yang diterima harus dalam kondisi segar, tidak cacat, tidak busuk, serta memiliki tekstur yang sesuai agar layak dikonsumsi penerima manfaat program.

Salah satu supplier buah di SPPG Katingan mengatakan program MBG membantu pelaku usaha memperluas akses pasar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penjualan tradisional.

“Program seperti ini membantu kami menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus memikirkan distribusi secara mandiri. Pendapatan juga lebih stabil karena ada kepastian pembelian,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan dampak ekonomi, program MBG juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan pola konsumsi sehat masyarakat. Dengan distribusi buah segar yang rutin, penerima manfaat program menjadi lebih mudah mengonsumsi buah setiap hari sebagai sumber vitamin, serat, dan antioksidan.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan buah untuk program MBG turut mendorong sektor pertanian lokal berkembang. Petani mulai termotivasi meningkatkan kualitas hasil panen serta menerapkan teknik budidaya yang lebih baik demi memenuhi standar pasokan program.

Beberapa kelompok tani bahkan mulai melakukan diversifikasi jenis buah agar mampu memenuhi kebutuhan distribusi MBG secara berkelanjutan. Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi penguatan komoditas pertanian lokal di Kabupaten Katingan.

Meski demikian, para supplier mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam menjalankan pasokan buah untuk program MBG. Konsistensi kualitas, ketersediaan stok, dan ketepatan waktu pengiriman menjadi faktor utama yang harus dijaga.

Salah satu supplier buah di SPPG Katingan mengungkapkan bahwa fluktuasi harga dan keterlambatan pasokan dari petani lokal masih menjadi kendala di lapangan.

“Kadang pasokan buah masih terbatas, harga bisa naik cukup signifikan, dan pengiriman dari petani lokal juga terkadang terlambat,” katanya.

Karena itu, supplier berharap program MBG mampu membangun sistem kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara petani, distributor, dan pengelola program. Transparansi sistem distribusi dan kepastian kerja sama dinilai penting untuk menjaga stabilitas usaha.

Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, program MBG juga berpotensi membuka lapangan kerja baru di sektor distribusi, logistik, dan pengemasan hasil pertanian. Jika dikelola secara konsisten, program ini dinilai dapat menjadi langkah awal menuju sistem pertanian dan distribusi pangan lokal yang lebih modern, kuat, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara program MBG dengan supplier buah lokal menunjukkan bahwa kebijakan pemenuhan gizi masyarakat juga dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong tumbuhnya sektor usaha berbasis potensi lokal di Kabupaten Katingan.