Wabup Katingan Sambut Kedatangan Tim Penyuluhan Karhutla dari Sesko TNI
Portal Katingan - Wakil Bupati Katingan, Firdaus, menyambut kedatangan Tim Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dalam rangka memberikan penyuluhan dan penguatan penanganan Karhutla di Kabupaten Katingan. Kegiatan berlangsung di Aula Kodim 1019/Katingan, Selasa (1/9/2026), dan turut dihadiri Kapolres Katingan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan, Dandim 1019/Katingan, serta Tim Mabes TNI/Sesko TNI.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katingan Firdaus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kedatangan Tim Sesko TNI ke Kabupaten Katingan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan berbagi pengetahuan dalam menghadapi Karhutla, mengingat kondisi geografis Kabupaten Katingan memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran, khususnya pada wilayah bergambut.
Firdaus menjelaskan, kebakaran pada lahan gambut memiliki karakteristik berbeda karena api tidak selalu terlihat di permukaan. Api dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah, bahkan kedalaman gambut di sejumlah wilayah dapat mencapai sekitar 12 meter. Kondisi ini membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena sumber api berada di dalam lapisan gambut dan dapat kembali muncul ke permukaan apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Selain kondisi lahan, akses menuju sejumlah wilayah juga menjadi tantangan dalam penanganan Karhutla. Kabupaten Katingan terdiri atas 13 kecamatan, dan masih terdapat sekitar lima kecamatan yang belum sepenuhnya terhubung dengan akses jalan darat. Kondisi tersebut menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan apabila terjadi kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau. Di sisi lain, sebagian besar desa di Kabupaten Katingan berada di sepanjang aliran sungai dengan jaringan sungai yang mencapai sekitar 650 kilometer, sehingga penanganan Karhutla membutuhkan strategi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Karakteristik wilayah kita memang cukup berat. Api pada lahan gambut terkadang tidak terlihat di permukaan, tetapi berada di bawah tanah. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya melihat kondisi di atas permukaan, tetapi harus memahami bagaimana api tersebut berada dan menyebar di dalam gambut,” ungkap Firdaus.
Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap kehadiran Tim Sesko TNI dapat memberikan masukan dan pengetahuan teknis yang bermanfaat bagi pemerintah daerah serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla. Pemerintah Kabupaten Katingan, lanjutnya, akan terus mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla sesuai dengan kemampuan daerah serta memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, BPBD dan unsur terkait lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1019/Katingan turut menyampaikan kondisi dan aspek teknis terkait status serta penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Katingan saat ini. Penyuluhan dari Perwira Siswa Sesko TNI diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi Karhutla, sekaligus mendorong langkah penanganan yang lebih efektif sesuai karakteristik wilayah Kabupaten Katingan.
























2.png)

