Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : Bidang PKP Kominfo

Tumbang Anoi Diangkat Kembali, Pemkab Katingan Dorong Nilai Perdamaian dan Ekonomi Budaya

Portal Katingan - Pemerintah Kabupaten Katingan mengangkat kembali nilai sejarah Rapat Damai Tumbang Anoi melalui Pagelaran Budaya dan Peringatan Sejarah Tumbang Anoi Tahun 2026 yang digelar di kawasan Wisata Bukit Batu, Kasongan, Rabu (20/5/2026).

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat identitas masyarakat Dayak sekaligus menjaga nilai perdamaian yang lahir dari sejarah Kalimantan.

Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, budayawan, dan masyarakat. Turut hadir mewakili Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Basuki Teguh Yuwono.

Pemerintah Kabupaten Katingan diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Katingan, Kalpin, yang membacakan sambutan Bupati Katingan.

Dalam sambutannya, Kalpin menegaskan bahwa sejarah Tumbang Anoi merupakan simbol penting lahirnya semangat persatuan dan musyawarah masyarakat Dayak yang masih relevan hingga saat ini.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, dan masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang memegang teguh akar budayanya,” ujarnya.

Menurutnya, nilai perdamaian yang lahir dari Rapat Damai Tumbang Anoi tahun 1894 dapat menjadi fondasi sosial dalam mendukung pembangunan daerah yang harmonis dan inklusif.

Selain aspek sejarah, pemerintah daerah juga melihat budaya sebagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Pagelaran budaya dinilai mampu menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Hal ini penting karena sektor budaya kini tidak hanya dipandang sebagai warisan tradisi, tetapi juga aset pembangunan yang dapat menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pertunjukan seni, kerajinan, hingga wisata budaya.

Kalpin juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya Dayak. Ia mengajak anak muda untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai media memperkenalkan budaya lokal dan nilai perdamaian Tumbang Anoi kepada masyarakat yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Katingan berharap semangat gotong royong, toleransi, dan filosofi Huma Betang tetap terjaga di tengah perubahan zaman.

Melalui peringatan ini, Pemkab Katingan ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi juga bagian dari strategi membangun identitas daerah, memperkuat persatuan sosial, dan membuka peluang ekonomi berbasis kearifan lokal.