Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : DennyPidjath PKP

Rakon TP-PKK Katingan Jadi Ruang Menyatukan Langkah dan Memperkuat Peran Kader di Tengah Masyarakat

Portal Katingan - Pemerintah Kabupaten Katingan terus mendorong penguatan peran masyarakat dalam mendukung pembangunan, salah satunya melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hal tersebut diwujudkan melalui Rapat Konsultasi (RAKON) Tim Penggerak PKK Kabupaten Katingan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Salawah Kasongan, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Katingan, Sawun, mewakili Bupati Katingan. Rakon diikuti jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Katingan, para camat dan Ketua TP-PKK kecamatan se-Kabupaten Katingan, organisasi perempuan, perangkat daerah serta unsur terkait lainnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan, Ny. Sumiati Saiful, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakon bukan sekadar agenda pertemuan, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman, gagasan dan komitmen seluruh kader PKK dalam menghasilkan langkah nyata yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

“Rakon ini saya harapkan menjadi momentum penting bagi kita semua untuk mengevaluasi kerja, mendapatkan gagasan, ide-ide baru, inovasi, dan yang paling penting menyusun langkah nyata untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader menjadi salah satu hal penting yang perlu terus dilakukan. Kader PKK diharapkan tidak hanya memahami pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, tetapi juga mampu menjadi kader yang mandiri, kreatif, inovatif dan solutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Pengalaman pembinaan yang telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Tumbang Samba dan Petak Malai, menjadi salah satu sumber pembelajaran untuk mengembangkan program PKK agar semakin dekat dengan kondisi nyata masyarakat.

“Karena kader PKK ini yang paling dekat dengan masyarakat. Dia bisa menjadi kader Posyandu, bisa menjadi kader PKK, atau bisa menjadi tim pembina kesehatan untuk masyarakat desa, kelurahan dan kecamatan,” jelasnya.

Ny. Sumiati juga mengajak para kader untuk menjadikan pengalaman dan inovasi di setiap wilayah sebagai bahan pembelajaran bersama. Menurutnya, kekuatan Gerakan PKK tidak berada pada satu orang, melainkan pada kebersamaan seluruh kader dalam menjalankan program dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kader yang kuat adalah kader yang mau belajar, kader yang hebat adalah kader yang mau bergerak, dan kader yang luar biasa adalah kader yang mampu menggerakkan orang lain untuk berbuat kebaikan,” katanya.

Ia berharap Rakon Tahun 2026 tidak berhenti pada penyusunan dokumen maupun program kerja, tetapi menghasilkan gagasan baru, inovasi baru dan semangat baru yang dapat diterapkan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kader PKK yang telah menunjukkan pengabdian dalam waktu panjang. Salah satunya Rustina Winda yang memperoleh penghargaan Adibakti Utama atas masa pengabdian lebih dari 25 tahun. Sebelumnya, kader PKK Kabupaten Katingan juga pernah memperoleh penghargaan serupa melalui Mala Siani dari Kecamatan Kamipang dengan masa pengabdian lebih dari 33 tahun.

Penghargaan tersebut, menurutnya, menjadi gambaran bahwa Gerakan PKK membutuhkan kader yang konsisten dan berkelanjutan dalam mendampingi masyarakat.

Dengan luas wilayah Kabupaten Katingan yang mencapai sekitar 20.410 kilometer persegi, terdiri atas 13 kecamatan, 154 desa dan 7 kelurahan, Ny. Sumiati menyadari bahwa kebutuhan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat memiliki tantangan tersendiri.

Karena itu, sinergi antara TP-PKK dengan pemerintah daerah, perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi bagian penting agar program yang dijalankan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.

“PKK siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, komunikasi tersebut perlu berjalan dua arah. Program pemerintah perlu dipahami dan didukung masyarakat, sementara persoalan serta aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat juga perlu disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan.

Pendekatan tersebut membuat peran PKK tidak hanya berada pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga berkaitan dengan berbagai kebutuhan keluarga, mulai dari kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi hingga penguatan keluarga.

Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam Rakon adalah penguatan Posyandu melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Setelah kegiatan Rakon, peserta dijadwalkan mengikuti sosialisasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Katingan mengenai Posyandu dengan cakupan pelayanan yang lebih luas.

Ny. Sumiati mengingatkan para kader agar mengikuti sosialisasi tersebut karena penguatan Posyandu tidak lagi hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Posyandu itu tidak lagi berbicara tentang kesehatan ibu dan anak saja, tetapi mencakup enam SPM, yaitu pendidikan, kesehatan, perlindungan ibu dan anak, serta aspek lainnya yang membutuhkan keterlibatan lintas perangkat daerah,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, Posyandu diharapkan dapat menjadi ruang pelayanan masyarakat yang lebih terintegrasi, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan keluarga, termasuk stunting.

Selain aspek kesehatan dan keluarga, Rakon juga menjadi ruang untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ny. Sumiati mengajak peserta dan organisasi perempuan yang hadir untuk mendukung produk UMKM lokal yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menyoroti potensi kerajinan anyaman masyarakat Katingan yang diproduksi secara handmade. Produk tersebut telah mendapat peluang pemasaran yang lebih luas melalui kerja sama dengan PT Harmoni Usaha Indonesia (HUI), termasuk untuk pasar luar negeri.

Menurutnya, dukungan terhadap produk lokal dapat dimulai dari lingkungan terdekat, salah satunya dengan mengenal dan membeli produk yang dihasilkan masyarakat Katingan.

Di sisi lain, potensi pariwisata daerah juga menjadi perhatian. Pengalaman saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Petak Malai, termasuk melihat potensi sungai dan riam di Desa Barawoi, menjadi contoh bahwa masih banyak potensi daerah yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Promosi melalui media sosial dinilai dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Katingan, Sawun, saat membacakan sambutan Bupati Katingan menyampaikan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peranan besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Gerakan PKK memiliki posisi penting karena mekanisme gerakannya dilaksanakan melalui Tim Penggerak PKK pada setiap jenjang, sehingga dapat menjangkau keluarga dan masyarakat secara langsung.

Gerakan PKK pada hakikatnya merupakan gerakan masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian pribadi, keluarga maupun masyarakat. Ketahanan keluarga juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Hal yang penting bagi Gerakan PKK adalah program kerja yang dilaksanakan sejalan dengan program pemerintah karena Tim Penggerak PKK merupakan mitra kerja pemerintah,” demikian disampaikan Sawun.

Pemerintah Kabupaten Katingan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rakon TP-PKK Tahun 2026 dan berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pengurus maupun kader di semua jenjang sehingga Gerakan PKK semakin mampu memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui Rakon ini, koordinasi dan keselarasan program diharapkan semakin kuat, terutama dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.

Bagi masyarakat, penguatan tersebut diharapkan dapat bermuara pada semakin baiknya pendampingan keluarga, pelayanan Posyandu, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, pengasuhan anak, serta berbagai program pemberdayaan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Rakon TP-PKK Kabupaten Katingan Tahun 2026 kemudian secara resmi dibuka oleh Sawun dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan menghasilkan rumusan, gagasan dan program yang semakin baik, sekaligus memperkuat kapasitas kader serta sinergi PKK dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Katingan.