Rakon PKK Katingan Perkuat Posyandu dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Portal Katingan – Tim Penggerak PKK Kabupaten Katingan mendorong agar Posyandu semakin mampu memberikan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat, tidak hanya pada kesehatan ibu dan anak. Penguatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Konsultasi (RAKON) TP-PKK Kabupaten Katingan Tahun 2026 di Gedung Salawah Kasongan, Kamis (17/9/2026).
Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan, Ny. Sumiati Saiful, mengatakan kader perlu memahami perkembangan peran Posyandu yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
“Posyandu itu tidak lagi berbicara tentang kesehatan ibu dan anak saja, tetapi mencakup enam SPM, yaitu pendidikan, kesehatan, perlindungan ibu dan anak, serta aspek lainnya yang membutuhkan keterlibatan lintas perangkat daerah,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan Posyandu penting karena kader berada dekat dengan keluarga dan dapat membantu menyampaikan edukasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Setelah Rakon, peserta dijadwalkan mengikuti sosialisasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Katingan mengenai penguatan Posyandu.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, termasuk pencegahan stunting, peningkatan kesehatan, pendidikan keluarga dan perlindungan anak.
Selain pelayanan keluarga, Rakon juga mendorong kader dan organisasi perempuan untuk ikut memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ny. Sumiati mengajak peserta mendukung produk UMKM lokal, termasuk kerajinan anyaman Katingan yang diproduksi secara handmade dan telah mendapat peluang pemasaran melalui kerja sama dengan PT Harmoni Usaha Indonesia (HUI).
“Dukungan terhadap produk lokal bisa kita mulai dari lingkungan sendiri. Kenali produk masyarakat kita, gunakan dan bantu promosikan, sehingga hasil karya mereka memiliki pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Potensi daerah lainnya, termasuk pariwisata, juga dinilai dapat dikembangkan melalui promosi yang lebih aktif. Pengalaman kunjungan ke Kecamatan Petak Malai dan potensi sungai serta riam di Desa Barawoi menjadi salah satu contoh potensi lokal yang dapat diperkenalkan melalui media sosial.
Ny. Sumiati menilai promosi produk dan potensi daerah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kader dan masyarakat dapat memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk UMKM, kerajinan, maupun destinasi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan luas wilayah Kabupaten Katingan sekitar 20.410 kilometer persegi, penguatan peran kader di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan dinilai penting agar program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Melalui Rakon Tahun 2026, TP-PKK Kabupaten Katingan mendorong agar peran kader semakin dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat, mulai dari pelayanan keluarga dan Posyandu hingga pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi lokal.

















.jpeg)





.jpeg)
.jpeg)