Paskibraka Katingan Dibekali Makna Merah Putih, Bukan Sekadar Baris-Berbaris
Portal Katingan - Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Kabupaten Katingan mendapat pembekalan tentang sejarah, filosofi, dan makna Bendera Merah Putih sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan menjelang pelaksanaan tugas pengibaran bendera. Pembekalan berlangsung dalam kegiatan belajar malam di Aula Losmen Citra Katingan, Senin (10/8/2026).
Materi bertajuk “Arti dan Makna Bendera Merah Putih” disampaikan oleh narasumber dari KODIM 1019/Ktg, Kapten Ismail. Pembekalan tersebut diarahkan agar para calon anggota Paskibraka memahami bahwa tugas mengibarkan bendera negara tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Kapten Ismail menekankan, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mampu melakukan baris-berbaris dan menjalankan rangkaian gerakan secara tepat. Lebih dari itu, setiap anggota harus memahami kehormatan dan tanggung jawab yang melekat ketika membawa Sang Saka Merah Putih.
“Merah Putih bukan sekadar kain dua warna, melainkan kehormatan dan identitas bangsa yang diraih dengan tumpah darah para pahlawan. Setiap tarikan napas dan langkah anggota Paskibraka harus mencerminkan nilai-nilai keberanian dan kesucian tersebut,” tegas Kapten Ismail di hadapan peserta.
Dalam pembekalan tersebut, peserta diajak memahami nilai filosofis warna merah dan putih yang menjadi simbol keberanian dan kesucian. Pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa juga menjadi bagian penting agar para peserta tidak menjalankan tugas secara mekanis, tetapi mampu menghayati makna di balik penghormatan terhadap bendera negara.
Selain memperkuat nasionalisme dan patriotisme, materi tersebut juga membangun kesadaran peserta mengenai tanggung jawab dan etika dalam memperlakukan Bendera Merah Putih. Hal ini penting karena Paskibraka memiliki peran langsung dalam momentum kenegaraan yang disaksikan masyarakat.
Bagi para peserta, pembekalan malam menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sebelum mereka menjalankan tugas sebagai pengibar bendera. Kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air menjadi nilai yang diharapkan tumbuh seiring dengan latihan fisik dan teknis yang mereka jalani.
Dengan demikian, proses Diklat Paskibraka Kabupaten Katingan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan petugas pengibar bendera yang terampil, tetapi juga generasi muda yang memahami makna kebangsaan dan mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Pembekalan tentang Merah Putih diharapkan menjadi pengingat bagi para calon Paskibraka bahwa ketika mereka berdiri di hadapan bendera negara, yang mereka bawa bukan hanya sebuah kain, tetapi simbol perjuangan, persatuan, dan identitas bangsa Indonesia.



























