7.482 KELUARGA DI KATINGAN TERIMA BANTUAN PANGAN KHBS, BUPATI SAIFUL: BANTUAN HARUS TEPAT SASARAN DAN MERINGANKAN BEBAN WARGA
Portal Katingan - Sebanyak 7.482 keluarga kurang mampu di Kabupaten Katingan mulai menerima bantuan bahan pangan melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Penyaluran bantuan tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati Katingan, Saiful, di Aula Kantor Kelurahan Kasongan Lama, Selasa (28/7/2026).
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang belum terjangkau bantuan sosial lainnya, sekaligus menjaga daya beli keluarga berpenghasilan rendah di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Katingan, dr. Robertus Pamuryanto, menjelaskan bahwa Program Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan inovasi Pemerintah yang dirancang untuk melengkapi berbagai skema bantuan sosial dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah desa.
Menurutnya, selama ini masih terdapat keluarga kurang mampu yang belum menerima bantuan karena berbagai faktor administrasi maupun keterbatasan kuota. Melalui KHBS, pemerintah daerah berupaya memastikan kelompok tersebut tetap memperoleh perlindungan sosial.
"Program KHBS hadir untuk menjangkau keluarga kurang mampu yang belum menerima bantuan sosial lainnya. Tujuannya sederhana, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya untuk kebutuhan pangan," ujar Robertus.
Ia menjelaskan, KHBS memiliki dua bentuk bantuan. Pertama, bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp500.000 per keluarga yang disalurkan setiap triwulan melalui rekening penerima. Kedua, bantuan bahan pangan berupa beras dan paket sembako yang mulai disalurkan pada kegiatan tersebut.
Robertus mengungkapkan, berdasarkan data pemerintah terdapat lebih dari 30 ribu keluarga kurang mampu di Kabupaten Katingan. Sementara bantuan dari berbagai program pemerintah belum mampu menjangkau seluruhnya, sehingga KHBS menjadi solusi untuk mengisi kekosongan tersebut.
"Yang menjadi prioritas dalam KHBS adalah keluarga yang terdata sebagai masyarakat kurang mampu namun belum memperoleh bantuan dari program sosial lainnya. Dengan demikian, bantuan pemerintah dapat semakin merata," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Robertus juga memperkenalkan rencana pengembangan program perlindungan sosial yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Katingan mulai tahun 2026 hingga tahun-tahun berikutnya, yakni bantuan penguatan usaha ekonomi produktif bagi keluarga kurang mampu.
Melalui program tersebut, pemerintah akan memberikan dukungan senilai Rp5 juta dalam bentuk sarana usaha, bukan uang tunai, kepada keluarga yang telah memiliki usaha kecil.
Bantuan tersebut akan disesuaikan dengan jenis usaha penerima, seperti peralatan memasak bagi pedagang bakso, sepeda dan perlengkapan bagi pedagang sayur keliling, hingga perlengkapan kerja bagi pelaku usaha jasa lainnya.
"Tujuannya bukan untuk konsumsi sesaat, tetapi memperkuat usaha masyarakat agar pendapatan keluarga meningkat dan mereka dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi," katanya.
Sementara itu, Bupati Katingan, Saiful, mengajak seluruh penerima manfaat untuk menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur serta memanfaatkannya sebaik mungkin bagi kebutuhan keluarga.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, sekaligus hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Katingan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
"Mungkin bantuan yang diterima hari ini belum sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan keluarga. Namun saya berharap bantuan ini tetap dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan diterima dengan rasa syukur karena merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir pemerintah daerah menghadapi tantangan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Kabupaten Katingan mengalami pengurangan anggaran sekitar Rp400 miliar, sementara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengalami pengurangan anggaran dalam jumlah yang besar.
Meski demikian, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
"Kondisi fiskal memang mengalami tekanan, tetapi pemerintah tetap berkomitmen agar program-program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat tetap berjalan. Bantuan sosial seperti ini adalah salah satu bentuk nyata komitmen tersebut," tegasnya.
Menurut Saiful, apabila kondisi keuangan daerah membaik pada tahun-tahun mendatang, pemerintah akan terus meningkatkan berbagai program pembangunan, mulai dari perbaikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga penguatan perlindungan sosial masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan untuk mengawal penyaluran bantuan agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
"Bantuan ini harus sampai kepada penerima yang tepat. Saya berharap seluruh jajaran pemerintah dapat mengawal penyalurannya sehingga berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran," katanya.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa bantuan KHBS tahun 2026 diberikan kepada 7.482 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Katingan. Khusus Kecamatan Katingan Hilir, jumlah penerima mencapai 1.048 keluarga, sedangkan sisanya tersebar di seluruh kecamatan lainnya.
Melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap perlindungan sosial tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.


























