Karya Bakti Skala Besar Katingan Dimulai, Akses 18 Kilometer dan 15 Jembatan Jadi Prioritas
Portal Katingan - Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, masyarakat dan dunia usaha mematangkan pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar yang diarahkan untuk membuka akses wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, khususnya di Kecamatan Petak Malai.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Katingan, Firdaus, bersama Komandan Kodim 1019/Katingan, Letkol Kav Prima Wahyudi, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain, bertempat di ruang rapat PT Dwima, Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Jumat (25/9/2026).
Rapat tersebut menjadi tahap finalisasi sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Sanaman Mantikei dan Camat Petak Malai, unsur TNI, perwakilan pemerintah desa serta pimpinan atau perwakilan perusahaan yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan.
Membuka rapat, Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain, menyampaikan bahwa Karya Bakti Skala Besar ini mendapat perhatian langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Karena itu, kegiatan tersebut dinilai memiliki skala besar dan membutuhkan dukungan dari berbagai unsur.
Menurut Christian, kegiatan ini bukan semata-mata pekerjaan TNI, tetapi merupakan bentuk gotong royong yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
“Kegiatan utama ini adalah TNI bersama masyarakat. Sedangkan dari pemerintah, kita membantu dari sisi regulasi dan dukungan teknis, terutama Dinas PU. Tim teknis pemerintah perlu terlibat untuk memberikan pertimbangan agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan dan kondisi teknis,” ujarnya.
Ia juga meminta dunia usaha ikut mengambil bagian dalam mendukung kegiatan, terutama perusahaan yang memiliki aktivitas di sekitar wilayah sasaran. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk peralatan maupun kebutuhan lain yang dapat membantu percepatan pekerjaan.
Christian menilai Karya Bakti Skala Besar menjadi kesempatan penting bagi Kabupaten Katingan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Dengan kemampuan anggaran daerah yang terbatas, pembangunan dalam skala besar akan membutuhkan waktu yang panjang apabila sepenuhnya dilaksanakan melalui APBD.
“Kalau kita proyeksikan pekerjaan ini, Kabupaten Katingan dengan kondisi sekarang tentu membutuhkan kemampuan yang sangat besar untuk melaksanakannya secara mandiri. Kalaupun bisa dilaksanakan, membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia berharap dukungan seluruh pihak dapat membuat pembangunan berjalan efektif dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Sementara itu, Dandim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan finalisasi persiapan sebelum pekerjaan dimulai. Sesuai arahan pimpinan, pelaksanaan pekerjaan di lapangan ditargetkan mulai bergerak pada Senin (28/9/2026).
Salah satu sasaran utama adalah peningkatan jalan sepanjang sekitar 18 kilometer yang menghubungkan wilayah Sanaman Mantikei menuju Tumbang Hati serta akses dari arah Kecamatan Petak Malai.
Pengerjaan direncanakan dilakukan dari dua arah agar waktu pelaksanaan dapat dipersingkat dan kedua titik pekerjaan dapat bertemu di tengah.
“Kami berharap setelah kegiatan ini kami sudah memiliki bekal untuk melaksanakan pekerjaan di lapangan. Petunjuk dari pimpinan, Senin sudah mulai aksi,” jelas Prima.
Selain jalan, Karya Bakti juga menyasar pembangunan 15 titik jembatan. Dari jumlah tersebut, 10 titik direncanakan menggunakan konstruksi beton, sedangkan lima titik lainnya menggunakan konstruksi kombinasi beton dan kayu dengan mempertimbangkan kondisi medan serta percepatan pengerjaan.
Menurut Prima, pekerjaan jalan dan jembatan menjadi perhatian utama karena kondisi cuaca akan sangat memengaruhi mobilisasi material. Apabila memasuki musim penghujan, distribusi material menuju wilayah sasaran akan semakin sulit.
Karena itu, pekerjaan fisik yang menjadi akses utama diharapkan dapat dikebut sejak awal sehingga pembangunan fasilitas lainnya dapat mengikuti.
Selain jalan dan jembatan, Karya Bakti Skala Besar juga mencakup sejumlah pembangunan fasilitas dasar masyarakat.
Dandim menyampaikan, terdapat rencana pembangunan PLTMH, pemasangan PLTS, penyediaan air bersih, rehabilitasi tujuh sekolah, perbaikan tiga tempat ibadah, pembangunan 14 titik MCK, sumur bor serta rehabilitasi tujuh rumah tidak layak huni.
Untuk kebutuhan energi listrik, sejumlah wilayah akan mendapatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sementara satu lokasi direncanakan mendapatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang juga diarahkan untuk mendukung penyediaan air bersih.
Pemasangan listrik rumah tangga akan dibatasi sesuai kapasitas yang tersedia. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat membantu kebutuhan kabel instalasi dari sumber listrik menuju rumah masyarakat yang menjadi sasaran.
Dandim menjelaskan bahwa sasaran PLTS telah dipetakan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah dan jumlah kepala keluarga.
Untuk sektor pendidikan, sasaran rehabilitasi sekolah yang sebelumnya direncanakan tiga titik kemudian berkembang menjadi tujuh titik sehingga seluruh desa yang masuk sasaran mendapatkan perhatian.
Sementara untuk tempat ibadah, pemerintah kecamatan diminta membantu menentukan tiga lokasi yang membutuhkan penanganan paling mendesak.
Manager Operasional/Pimpinan PT Dwima Group, Suharsono, menyatakan pihaknya mengapresiasi pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar tersebut dan siap mendukung sesuai kemampuan perusahaan.
Menurutnya, keterbatasan waktu menjadi tantangan utama sehingga pekerjaan fisik perlu diprioritaskan sejak awal, khususnya titik jalan yang sulit dilalui kendaraan pengangkut material.
Ia menyarankan agar titik-titik paling berat segera dipetakan dan ditangani terlebih dahulu sehingga mobilisasi material ke lokasi lainnya dapat berjalan.
“Kalau waktunya terbatas, koordinasinya harus rapi dan fokus. Titik yang paling parah dan tidak bisa dilewati perlu kita kerjakan terlebih dahulu supaya material bisa masuk dan pekerjaan berikutnya dapat berjalan,” ujarnya.
Suharsono menilai pekerjaan jalan dan jembatan membutuhkan kesiapan alat, tenaga dan pengawasan di lapangan. Pengalaman pekerjaan infrastruktur, menurutnya, menunjukkan bahwa pekerjaan dengan target waktu yang ketat membutuhkan keterlibatan langsung seluruh pihak dan tidak cukup hanya mengandalkan pekerjaan secara parsial.
Ia memastikan PT Dwima Group tetap berkomitmen mendukung program tersebut dan siap berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan serta masyarakat.
Menutup rapat, Wakil Bupati Katingan Firdaus menegaskan bahwa Karya Bakti Skala Besar merupakan kesempatan penting bagi Kabupaten Katingan karena program tersebut dilaksanakan hanya di sejumlah kabupaten di Indonesia, termasuk Kabupaten Katingan.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat hingga dunia usaha.
“Ini bentuk kekompakan kita dalam mengabdi kepada negara. Dari sisi dunia usaha, kita juga berharap tidak hanya mengejar profit, tetapi ada kepedulian sosial sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan sukses,” kata Firdaus.
Ia meminta camat dan kepala desa untuk mengoordinasikan keterlibatan masyarakat di masing-masing wilayah. Masyarakat diharapkan dapat membantu TNI dalam berbagai pekerjaan yang memungkinkan dilakukan secara gotong royong.
Selain perusahaan besar, Firdaus juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi, termasuk pengusaha angkutan dan pihak lain yang memiliki kemampuan mendukung mobilisasi material.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan mengingat kemampuan APBD Kabupaten Katingan belum memungkinkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dengan skala sebesar itu secara mandiri.
“Secara anggaran APBD Kabupaten Katingan, kalau kondisi seperti sekarang, mohon maaf kita tidak akan mampu membangun jalan tersebut. Karena itu, kita menyambut baik program ini sehingga dapat terlaksana,” ujarnya.
Firdaus menyebut pembangunan dengan skala tersebut apabila dilaksanakan melalui mekanisme pembangunan biasa membutuhkan anggaran yang sangat besar. Karena itu, kolaborasi menjadi jalan untuk mempercepat pembangunan sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Karya Bakti Skala Besar ini diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Terbukanya akses jalan dan jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Firdaus berharap seluruh pihak dapat menjaga komitmen dan bekerja secara bersama-sama mengingat waktu pelaksanaan yang relatif terbatas serta tantangan kondisi medan dan cuaca.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, dunia usaha, masyarakat dan seluruh perangkat pemerintah yang telah mengambil bagian dalam persiapan program tersebut.
“Kita berharap dengan kolaborasi semua pihak, apa yang selama ini menjadi persoalan keterisolasian dapat kita atasi secara bertahap. Mudah-mudahan jalan ini nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat dan membuka akses yang lebih luas terhadap pelayanan serta kegiatan ekonomi,” pungkasnya.























.jpg)

2.jpg)
