Kaji Banding ke Gianyar, Pelaku UMKM Katingan Pelajari Produksi Pie Susu untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal
Portal Katingan - Upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Katingan. Salah satunya melalui kegiatan kaji banding peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat ke Pabrik Pie Susu Blangsinga di Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Katingan Winda Natalia, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Katingan Henni, Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA), Forum Anak Kabupaten Katingan, serta para pelaku UMKM.
Selama kunjungan, peserta memperoleh kesempatan melihat secara langsung proses produksi pie susu, mulai dari pengolahan bahan baku, teknik pembuatan, pengemasan, hingga strategi menjaga kualitas produk agar memiliki daya simpan lebih lama tanpa mengurangi cita rasa.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam mengembangkan produk olahan pangan lokal di Kabupaten Katingan. Dengan peningkatan kualitas produk, diharapkan usaha masyarakat mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.
Salah seorang peserta, Dessy Anisa, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kaji banding tersebut.
"Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama mengenai teknik pembuatan pie susu yang mampu bertahan hingga dua minggu. Selama ini pie yang saya buat hanya mampu bertahan sekitar satu hari. Tentunya ilmu ini sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha ke depan," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan daya simpan produk menjadi salah satu faktor penting agar hasil produksi UMKM lebih mudah dipasarkan, baik di dalam maupun luar daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap para pelaku UMKM tidak hanya memperoleh inspirasi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi produk yang lebih berkualitas, memiliki daya saing, dan bernilai ekonomi lebih tinggi. Penguatan kapasitas pelaku usaha diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan industri olahan berbasis potensi lokal.

























.png)
