Bupati Katingan Terima Audiensi Tim Konsultan ITS dalam Rangka Penyusunan SID Cetak Sawah Baru
Portal Katingan - Pemerintah Kabupaten Katingan menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya program cetak sawah baru, melalui pelaksanaan audiensi antara Bupati Katingan, Saiful, bersama Tim Konsultan Survey, Investigasi, dan Desain (SID) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pertemuan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Katingan, Mozard, dan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Katingan, Rabu (15/4/2026).
Dalam pengantarnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Mozard, menegaskan bahwa kehadiran tim konsultan SID merupakan bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam memastikan kualitas perencanaan cetak sawah baru yang lebih akurat dan tepat sasaran.
Ia mengungkapkan, selama ini hasil SID yang dilakukan kerap menimbulkan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari ketidakjelasan batas lahan, data petani yang tidak valid, hingga munculnya penolakan dari masyarakat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pelaksanaan konstruksi yang sering menghadapi kendala.
“Selama ini banyak keluhan terkait hasil SID yang kurang valid. Di lapangan muncul berbagai persoalan, seperti batas lahan yang tidak jelas hingga petani yang tidak terdata. Ini menjadi titik krusial saat pelaksanaan kegiatan,” ujar Mozard.
Ia menambahkan, pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting, di mana realisasi cetak sawah tidak berjalan optimal. Dari target 17 hektare lahan di wilayah Pendahara Kecamatan Tewang Sangalang Garing, hanya sekitar 1 hektare yang benar-benar siap diolah hingga tahap tanam. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kesiapan kontraktor dan kondisi lapangan yang cukup berat.
Selain itu, Mozard juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam setiap tahapan SID, termasuk sebelum dokumen final ditetapkan. Hal ini dinilai penting agar pemerintah daerah dapat memberikan masukan serta memastikan hasil perencanaan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Ke depan, pihaknya mengarahkan pengembangan cetak sawah baru ke wilayah selatan Kabupaten Katingan yang dinilai memiliki potensi lebih baik, terutama dari sisi konektivitas dengan jaringan saluran air yang telah dibangun sebelumnya oleh Balai Wilayah Sungai (BWS).
“Kami ingin konsep SID ini tidak hanya sekadar mengejar proyek, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, serta meminimalisir potensi masalah sosial di kemudian hari,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Katingan, Saiful, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas inisiasi yang dilakukan dalam mendukung pengembangan pertanian di wilayahnya. Ia berharap kegiatan SID dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Kami menyampaikan terima kasih atas inisiasi kegiatan ini di Kabupaten Katingan. Harapannya, seluruh proses SID dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat kami, terutama petani,” ujar Saiful.
Bupati juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bekerja sama secara maksimal demi mendukung keberhasilan program tersebut. Ia optimistis, potensi pertanian di wilayah Katingan sangat besar, terutama di kawasan selatan yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 30 ribu jiwa dengan mayoritas berprofesi sebagai petani.
Menurutnya, kawasan tersebut sangat layak untuk dikembangkan sebagai bagian dari program food estate di Kabupaten Katingan, mengingat kondisi tanah yang mendukung serta budaya masyarakat yang telah terbiasa mengelola lahan pertanian.
Namun demikian, Saiful juga mengakui adanya tantangan besar, terutama terkait aksesibilitas menuju lokasi. Ia menjelaskan bahwa perjalanan menuju wilayah tersebut masih harus ditempuh melalui jalur sungai dengan waktu tempuh yang cukup panjang.
“Kalau berangkat pagi sekitar pukul 07.00, baru sampai sekitar pukul 15.00 menggunakan speedboat. Ini menjadi tantangan tersendiri, tetapi juga menjadi bagian dari realitas yang harus kita hadapi bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dengan tidak memberikan izin investasi perkebunan besar di kawasan tersebut, guna melindungi mata pencaharian masyarakat yang telah bergantung pada pertanian.
Meski produksi pertanian di wilayah tersebut cukup tinggi dan menempatkan Kabupaten Katingan pada posisi strategis, Saiful menyebutkan bahwa hasilnya belum sepenuhnya dinikmati oleh daerah sendiri akibat keterbatasan infrastruktur dan akses distribusi.
Melalui kehadiran tim konsultan SID dari ITS Surabaya, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap dapat memperkuat perencanaan dan implementasi program cetak sawah baru yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan daerah di masa mendatang.























.jpeg)


