Pelatihan Guru Sekolah Minggu Berbahasa Dayak Ngaju, Upaya Lestarikan Bahasa dan Pendidikan Iman Anak
Portal Katingan — Upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus penguatan pendidikan iman anak dilakukan melalui pelatihan Guru Sekolah Minggu dengan metode Bahasa Dayak Ngaju Katingan yang digelar di kawasan Kereng Humbang, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di eks Rumah Makan Ceria milik Pnt. Malison ini diikuti perwakilan guru Sekolah Hari Minggu (SHM) dari setiap jemaat di wilayah Resort GKE Kasongan, termasuk dari Seksi Pelayanan Anak (SPA) Jemaat GKE Kereng Humbang.
Pelatihan ini dikoordinir oleh Komisi Pelayanan Anak (KPA) Resort GKE Kasongan dengan menghadirkan narasumber dari Yayasan Kaleb Yosua, yang memberikan pembekalan metode pembelajaran berbasis bahasa lokal.
Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Resort GKE Kasongan, Pdt. Bambang Eka Lomba, M.Th., dalam sambutannya menekankan pentingnya penggunaan bahasa daerah dalam pembinaan iman anak.
“Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya. Melalui pembelajaran iman dengan bahasa Dayak Ngaju, kita sekaligus menjaga warisan budaya kita,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan bahasa lokal dalam kegiatan Sekolah Minggu dapat membantu anak-anak lebih mudah memahami nilai-nilai ajaran, karena disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Para peserta diberikan materi terkait metode pengajaran yang kreatif dan interaktif, sehingga proses pembelajaran tidak hanya efektif tetapi juga menarik bagi anak-anak.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru Sekolah Minggu dalam menyampaikan materi secara kontekstual, sekaligus memperkuat pelestarian Bahasa Dayak Ngaju di tengah perkembangan zaman.






















.jpeg)


11.png)
