Puluhan Desa di Katingan Belum Memiliki PAUD, Bunda PAUD Dorong Perluasan Akses Pendidikan Anak Usia Dini
Portal Katingan - Masih adanya puluhan desa yang belum memiliki layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi perhatian dalam pelaksanaan Gebyar PAUD Kabupaten Katingan Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Katingan, Sumiati Saiful, didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Katingan, Tri Windarti Firdaus, tidak hanya menjadi ajang kreativitas anak-anak, tetapi juga momentum untuk menyoroti akses pendidikan usia dini yang belum merata.
Berdasarkan data yang disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Katingan, masih terdapat sekitar 40 hingga 50 desa di Kabupaten Katingan yang belum memiliki layanan PAUD. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius karena pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak.
“Kita masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar. Masih ada desa-desa yang belum memiliki layanan PAUD. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya memperluas akses pendidikan anak usia dini agar dapat menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.
Menurut Sumiati, keberadaan PAUD tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi menjadi ruang penting untuk membangun kemampuan sosial, bahasa, emosional, serta karakter anak pada masa emas pertumbuhannya.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah, sembilan tahun pendidikan dasar, dan tiga tahun pendidikan menengah.
“Kebijakan ini menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan penting untuk mempersiapkan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya,” katanya.
Selain persoalan akses pendidikan, Sumiati juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan pola pengasuhan anak di era digital. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan penggunaan gawai secara berlebihan karena dapat memengaruhi perkembangan sosial dan komunikasi anak.
“Saya mengajak para orang tua untuk membatasi penggunaan gadget pada anak. Anak-anak perlu lebih banyak berinteraksi dengan keluarga, lingkungan sekitar, dan teman sebayanya agar tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan memiliki kemampuan sosial yang baik,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD juga memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda meski masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Gebyar PAUD Kabupaten Katingan Tahun 2026 sendiri diikuti peserta didik dari berbagai kecamatan melalui lomba menyanyi, mewarnai, dan fashion show. Namun lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia dimulai dari pemerataan akses pendidikan sejak usia dini.





















.jpg)
.jpeg)



