Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : RendyPKP

Pemkab Katingan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Bupati Katingan Saiful Hadiri Rakor BNPB Bersama Gubernur Kalteng dan Kepala BNPB

Portal Katingan – Pemerintah Kabupaten Katingan terus memperkuat komitmen dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Katingan, Saiful, dalam Rapat Koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, serta dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis malam (30/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini dengan melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Menurutnya, hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, seperti pembangunan sumur bor dan penyediaan sarana pendukung lainnya sebelum kebakaran terjadi.

Gubernur juga meminta seluruh bupati dan wali kota di Kalimantan Tengah agar memperkuat sinergi dalam upaya mitigasi sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat dan terencana.

Selain itu, H. Agustiar Sabran berharap dukungan BNPB untuk terus memperkuat upaya pengendalian karhutla melalui pelaksanaan operasi modifikasi cuaca secara berkala berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengusulkan percepatan penambahan helikopter water bombing, khususnya untuk wilayah barat Kalimantan Tengah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, seperti Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau. Selain itu, diusulkan pula penambahan mesin pompa jinjing, sumur bor, selang pemadam, serta dukungan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB guna mendukung operasional penanganan karhutla di daerah.

"Mari kita jadikan rakor ini sebagai langkah nyata mewujudkan karhutla yang terkendali dan Kalimantan Tengah bebas kabut asap," ujar H. Agustiar Sabran.

Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto, mengingatkan bahwa ancaman karhutla tahun 2026 perlu diantisipasi secara serius meskipun Indonesia telah berulang kali menghadapi bencana serupa setiap tahunnya.

Ia menyampaikan bahwa hingga 30 Juli 2026, secara nasional telah terjadi 1.345 kejadian bencana, yang sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi. Memasuki musim kemarau, perhatian pemerintah kini difokuskan pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Menurut Suharyanto, berdasarkan informasi BMKG, fenomena iklim yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun 2026 berpotensi lebih kuat dibandingkan tahun 2023, bahkan memiliki karakteristik yang mendekati kondisi tahun 2015 yang dikenal sebagai salah satu periode karhutla terbesar di Indonesia.

Ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan, terutama pada periode Agustus hingga September 2026, yang diprediksi menjadi puncak ancaman karhutla di enam provinsi prioritas, termasuk Kalimantan Tengah.

Keikutsertaan Bupati Saiful dalam rapat koordinasi tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Katingan dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mendukung berbagai langkah mitigasi dan penanggulangan karhutla. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, dunia usaha, media massa, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Katingan, dari ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap.