Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN

Posted by : Bidang PKP Kominfo

Pemkab Katingan Dorong Tata Kelola Desa Berbasis Data dan Digitalisasi Keuangan

Pemerintah Kabupaten Katingan mulai mengarahkan pembangunan desa ke pendekatan yang lebih terukur, transparan, dan berbasis data melalui rapat “Ekspos Indeks Desa (ID) dan Sosialisasi Cash Management System (CMS)” yang digelar di Aula Bappedalitbang.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum sosialisasi, tetapi juga ruang penting untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan kondisi nyata di desa, sekaligus mengukur kesiapan aparatur dalam menghadapi transformasi digital.

Bupati Katingan, Saiful, menegaskan bahwa Indeks Desa harus menjadi dasar utama dalam menentukan arah pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak lagi bisa dilakukan secara umum, tetapi harus spesifik berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing desa.

“Dengan data yang jelas, kita bisa tahu desa mana yang perlu intervensi infrastruktur, mana yang perlu penguatan ekonomi, dan mana yang perlu peningkatan layanan dasar. Ini membuat pembangunan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran penting tenaga pendamping desa sebagai ujung tombak di lapangan yang menjembatani kebijakan dengan implementasi nyata.

Di sisi lain, pengenalan Cash Management System (CMS) menjadi langkah konkret dalam memperkuat tata kelola keuangan desa. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi dalam pengelolaan dana desa.

Melalui CMS, seluruh transaksi keuangan dapat tercatat secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik, sehingga meminimalkan potensi kesalahan administrasi maupun penyalahgunaan anggaran.

Sekretaris Daerah bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta OPD terkait mendorong agar seluruh desa secara bertahap mengadopsi sistem ini, seiring dengan peningkatan kapasitas aparatur desa.

Namun demikian, dalam diskusi yang melibatkan kepala desa, camat, dan tenaga pendamping, terungkap sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Di antaranya keterbatasan sumber daya manusia, akses jaringan internet, serta pemahaman teknis penggunaan sistem digital.

Meski begitu, forum ini menghasilkan komitmen bersama untuk terus berproses menuju tata kelola desa yang lebih modern dan akuntabel.

Pemkab Katingan menilai, keberhasilan pembangunan desa ke depan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas pengelolaan pemerintahan desa yang transparan, efektif, dan berorientasi pada hasil.

Dengan sinergi lintas sektor, transformasi ini diharapkan mampu memperkuat desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.