Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : DennyPidjath PKP

Festival Penyang Hinje Simpei Katingan 2026 Jadi Ruang Pelestarian Seni Budaya dan Pengembangan Talenta Generasi Muda

Portal Katingan - Pemerintah Kabupaten Katingan kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan seni budaya daerah melalui pelaksanaan Festival Penyang Hinje Simpei Kabupaten Katingan Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni dan budaya tersebut resmi dibuka oleh Bupati Katingan Saiful bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan Ny. Sumiati Saiful, bertempat di Gedung Salawah Kasongan, Sabtu (18/7/2026).

Festival Penyang Hinje Simpei tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya para seniman dan generasi muda, untuk menampilkan serta memperkenalkan berbagai kekayaan seni budaya yang dimiliki Kabupaten Katingan.

Dalam sambutannya, Bupati Katingan Saiful menyampaikan bahwa keberadaan festival budaya memiliki arti penting sebagai ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini masyarakat dapat melihat bahwa Kabupaten Katingan memiliki potensi seni dan budaya yang beragam serta layak untuk terus dikembangkan.

“Festival budaya ini menjadi wadah bagi para seniman dan orang-orang yang memahami budaya untuk menampilkan karya seni yang kita miliki. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Katingan memiliki seni dan budaya yang harus menjadi kebanggaan bersama,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, Festival Penyang Hinje Simpei Tahun 2026 menghadirkan sejumlah cabang perlombaan yang melibatkan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Katingan. Para peserta nantinya akan berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjadi bagian dari upaya mencari talenta yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Bupati berharap proses penilaian dilakukan secara objektif dengan memilih peserta yang benar-benar memiliki kemampuan, kualitas, dan pemahaman terhadap seni yang dilombakan.

“Peserta terbaik yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi wakil Kabupaten Katingan dengan membawa kemampuan terbaik ketika berkompetisi di tingkat provinsi. Pemilihan yang berkualitas juga akan menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan mereka,” katanya.

Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan festival budaya bukan semata-mata untuk mencari pemenang, melainkan bagaimana seni budaya daerah dapat terus hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, keberadaan kegiatan budaya menjadi penting agar masyarakat luas mengetahui bahwa Katingan memiliki identitas budaya yang kuat.

“Juara bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengangkat dan memperlihatkan kepada masyarakat bahwa di Katingan ada seni dan budaya yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai ada anggapan bahwa daerah kita tidak memiliki kekayaan budaya hanya karena tidak ada wadah untuk menampilkannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Saiful menyebutkan bahwa festival budaya juga memiliki dampak positif dalam memberikan ruang bagi para seniman untuk menyalurkan minat dan bakat mereka. Selain itu, kegiatan positif seperti ini menjadi salah satu cara untuk mengarahkan generasi muda agar lebih banyak berkarya dan terlibat dalam kegiatan yang membangun.

“Dengan adanya wadah seperti ini, para pecinta seni memiliki tempat untuk menyalurkan kreativitasnya. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda agar mereka dapat berkembang melalui seni dan budaya,” tuturnya.

Bupati juga mendorong Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Katingan agar terus menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan seni budaya secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Katingan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki kesempatan mengembangkan potensi diri dan mengharumkan nama Katingan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimis dalam membangun Kabupaten Katingan, meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat adanya penyesuaian fiskal.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk terus bergerak dan menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita mungkin menghadapi berbagai tantangan, termasuk berkurangnya anggaran, namun semangat untuk membangun Katingan tidak boleh berkurang. Kita masih memiliki banyak potensi, termasuk sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dapat menjadi kekuatan untuk kemajuan daerah ke depan,” jelasnya.

Bupati Saiful juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Penyang Hinje Simpei Tahun 2026, terutama para seniman, peserta dari berbagai kecamatan, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang turut berpartisipasi.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan para peserta mampu mengikuti perlombaan dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

“Semoga Festival Penyang Hinje Simpei ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua. Kepada seluruh peserta, tampilkan kemampuan terbaik, jaga semangat kebersamaan, dan jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk terus mencintai budaya daerah kita,” pungkasnya.

Melalui Festival Penyang Hinje Simpei 2026, Kabupaten Katingan kembali menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat dalam menjaga identitas daerah dan mempersiapkan generasi penerus yang bangga terhadap budaya sendiri.