Masyarakat Katingan Diajak Sukseskan Survei Indeks Harmoni Indonesia 2026, Yuk Salurkan Suara Anda!
Portal Katingan - Pemerintah Kabupaten Katingan mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Survei Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2026. Survei ini menjadi instrumen penting untuk memetakan tingkat keharmonisan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara nasional.
Pelaksanaan survei berlangsung selama satu bulan, mulai 17 Juni hingga 17 Juli 2026, dan diharapkan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Katingan agar data yang diperoleh benar-benar merepresentasikan kondisi riil di lapangan
Survei IHAI tidak hanya berfungsi sebagai pengumpulan data, tetapi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Hasil survei ini akan digunakan untuk Menggambarkan kondisi faktual keharmonisan sosial yang terjadi di masyarakat secara berkala, Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat harmoni sosial, baik yang memperkuat maupun yang perlu diperbaiki, serta menjadi bahan evaluasi kebijakan pembangunan, melalui pendekatan berbasis data dan bukti (evidence-based policy) untuk memperkuat kualitas perencanaan daerah.
Survei ini bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh unsur masyarakat Kabupaten Katingan, tanpa terkecuali. Keterlibatan berbagai kelompok responden diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri; tenaga pendidik seperti guru dan dosen; tenaga kesehatan; petani, nelayan, serta pelaku UMKM; pekerja swasta, tenaga honorer, dan ibu ruamah tangga; hingga mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum lainnya.
Untuk akses pengisian survei masyarakat dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner secara daring melalui tautan resmi berikut: https://surveiihai.neterra.id/s/surveiihaia
Proses pengisian hanya membutuhkan beberapa menit, namun setiap jawaban yang diberikan memiliki kontribusi penting dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan yang lebih harmonis dan berbasis data.

















1.jpg)








