Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PORTAL KATINGAN
blog-img-10

Posted by : Bidang PKP Kominfo

Bupati Katingan Peringatkan Potensi Karhutla Ekstrem, Kualitas Udara Capai Kategori Sangat Tidak Sehat

Portal Katingan – Bupati Katingan Saiful mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kondisi cuaca yang semakin kering dan kualitas udara yang memburuk. Berdasarkan hasil pemantauan pada Rabu (5/8/2026), tingkat potensi karhutla di Kabupaten Katingan berada pada kategori ekstrem, sementara Indeks Kualitas Udara (IKU) tercatat mencapai angka 231 atau masuk kategori Sangat Tidak Sehat yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Data pemantauan menunjukkan wilayah utara yang meliputi Kecamatan Bukit Raya, Petak Malai, Katingan Hulu, Marikit, Sanaman Mantikei, Katingan Tengah, dan Pulau Malan tidak mengalami hujan sejak 31 Juli 2026 atau selama lima hari berturut-turut dengan curah hujan 0 milimeter.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah tengah yang mencakup Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Katingan Hilir, dan Tasik Payawan. Seluruh wilayah tersebut tercatat tidak menerima curah hujan selama lima hari terakhir.

Sementara itu, kondisi paling memprihatinkan terjadi di wilayah selatan, yakni Kecamatan Katingan Kuala, Mendawai, dan Kamipang. Ketiga kecamatan tersebut tidak mengalami hujan sejak 4 Juli 2026 atau selama 32 hari berturut-turut. Kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan permukaan lahan semakin kering sehingga sangat mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang sulit dikendalikan.

Selain meningkatnya ancaman karhutla, hasil pemantauan kualitas udara pada pukul 07.52 WIB menunjukkan Indeks Kualitas Udara berada di angka 231 dengan kategori Sangat Tidak Sehat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Bupati Katingan, Saiful, mengatakan situasi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian daerah.

"Saat ini kondisi cuaca sangat mendukung terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Katingan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan setelah kebakaran terjadi," tegas Saiful.

Ia juga meminta seluruh camat, lurah, kepala desa, dunia usaha, relawan, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

"Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan sehingga kita dapat melindungi hutan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dari dampak kebakaran," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan, Yobie Candra, menjelaskan bahwa kualitas udara yang berada pada kategori Sangat Tidak Sehat menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi partikel di udara yang dapat memberikan dampak kesehatan apabila masyarakat terpapar dalam waktu tertentu.

"Indeks kualitas udara sebesar 231 menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan," ujar Yobie.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan api karena kondisi lahan yang sangat kering dapat menyebabkan api cepat menyebar dan sulit dipadamkan.

Menurut Yobie, peringatan dini karhutla bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca. Oleh karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pemerintah Kabupaten Katingan menegaskan akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui pemantauan kondisi cuaca, patroli lapangan, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau. Dukungan seluruh masyarakat diharapkan menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Katingan.