Foto untuk : KEGIATAN DIKLAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN TAHUN 2016

KEGIATAN DIKLAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN TAHUN 2016

pembukaanKASONGAN, (15/2016) Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keaksaraan tahun 2016 baru saja dilaksanakan mulai tanggal 15 sampai dengan 17 April 2016. Kegiatan diklat ini telah diikuti oleh 35 orang dan terdiri dari  seluruh Kepala UPTD Pendidikan dari 13 kecamatan se Kabupaten Katingan, Penilik dan Tutor Keaksaraan, serta pengelola PKBM. Dalam kata sambutannya pada acara pembukaan kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan telah menitik beratkan tentang fungsi dan peranan Pendidikan dan Pelatihan keaksaraan adalah proses untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk profesionalisme para tutor dalam membimbing peserta didik keaksaraan fungsional secara berkesinambungan serta berkelanjutan. Dalam lanjutan sambutannya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan (Hartoni,S.Pd.,M.Pd) mengharapkan agar Hasil Diklat Pendidikan Kesataraan  dapat diimplementasi sebaik mungkin oleh para pendidik kepada peserta didik yang mengikuti  Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/IMTs, dan Paket C setara SMA/MA.  Menurut Ketua Kegiatan acara tersebut (Dediansyah,M.Pd) mengatakan  bahwa Pendidikan Kesetaraan merupakan pendidikan nonformal yang mencakup program Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/IMTs, dan Paket C setara SMA/MA dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan fungsional, serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional peserta didik.

Dalam paparannya Nara Sumber dari Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan bahwa hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan (UU No 20/2003 Sisdiknas Psl 26 Ayat (6).  Setiap peserta didik yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B, atau Paket C mempunyai hak eligibilitas yang sama dan setara dengan pemegang ijazah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi. 

Status kelulusan Paket C mempunyai hak eligibilitas yang setara dengan pendidikan formal dalam memasuki lapangan kerja. Kesetaraan tidak hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini, yang senantiasa dilaksanakan dengan mengacu pada pendidikan Formal, yakni berkelompok, mempergunakan narasumber dari kalangan guru formal, serta metode pembelajarannya sentaralistik (teaching centerd), sebab diketahui bersama bahwa karakeristik sasaran pendidikan kesetaraan sangat beragam ditinjau dari tingkat ekonomi, letak geografis dan keadaan sosial budaya. Peserta didik pendidikan kesetaraan adalah orang-orang yang memiliki pemikiran praktis rasional, artinya apa yang dia lakukan berorientasi pada keuntungan dirinya pada saat itu, tanpa memikirkan bagaimana pentingnya pendidikan dalam kehidupan. Paradigma pendidikan kesetaraan yang menganggap sasarannya adalah orang-orang kurang beruntung dan termarginalkan, perlu mengalami revolusi dan pencerahan. Bahwa sasaran pendidikan kesetaraan dewasa ini bukan hanya orang yang kurang beruntung dan termarginalkan, tetapi juga melayani orang-orang yang memilih pendidikan kesetaraan.  By admin