Foto untuk : PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

KASONGAN, SABTU 23/2016, Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten Katingan  melalui perbaikan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, pada tahun 2016 ini Dinas Pendidikan Katingan baru-baru ini menyelengarakan Dikalat Pembinaan Pengembangan kapasitas sumberdaya  Tenaga Pendidik   untuk Jenjang TK,SD, SMP. SMA/SMK di Losmen Citra Katingan. Diklat ini berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 23 sampai dengan 25 April 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 110 orang peserta terdiri dari TK sebanyak 11 Orang, SD 53 Orang, SMP 20 Orang, SMA/SMK 15 serta Pengawas 11 orang. Kegiatan diklat ini telah dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Drs. Pranoto) di Aula Pertemuan Losmen Citra katingan. Dalam Sambutannya Sekretaris Dinas Pendidikan menyampaikan kepada  seluruh peserta diklat berharap agar bersungguh-sungguh  mengikuti kegiatan ini mengingat pentinganya acara tersebut. Sekretaris menekankan agar semua pengetahuan yang disampaikan oleh narasumber bisa diserap dengan baik oleh peserta diklat dan menerapkannya dan mengimplementasikannya di daerah dan tempat tugas masing-masing.

Dalam Sambutan Singkatnya  Ketua Panitia Kegiatan menekankan agar peserta dapat memahami Gerakan Literasi Sekolah yang meliputi:

  • Latang belakang dan konsep dan Tujuan GLS
  • Prinsip-prinsip pelaksanaan GLS
  • Tahapan Pelaksanaan GLS
  • Pelaksanaan Evaluasi Diri Serta pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi

Gerakan Literasi Sekolah merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Namun, Deklarasi Praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO, 2003).

Deklarasi UNESCO itu juga menyebutkan bahwa literasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuan itu perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi, dan itu bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat.